"INFORMASI PERUMAHAN KOTA BOGOR" DP fleksible, SHM atas nama pembeli. NANTIKAN SEGERA DI AWAL TAHUN INI

Minggu, 15 Januari 2012

1.000.000 UNIT RUMAH JAWA BARAT

ilustrasi Satu juta unit rumah di jawa barat
Kemenpera Bangun 1 Juta Rumah di Jabar
DIPONEGORO,(GM)- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjelasakan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan membangun satu juta rumah tidak layak huni di wilayah Jabar. Diharapkan program tersebut bisa diwujudkan tahun ini kalau pun tidak tahun 2013. Tapi, paling tidak tahun ini kemenpera akan memberi anggaran untuk membangun rumah tak layak huni sekitar 2.000 unit.

"Tadi (kemarin, red) pagi saya bertemu dengan Menteri Perumahan Rakyat. Pak Menteri berecana membangun satu juta rumah tak laya huni di Jabar. Program ini akan terus digulirkan dalam setiap tahun. Kalau tidak terrealsiasi tahun ini, pasti tahun depan," kata Heryawan kepada wartawan usai mengukuhkan pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Periode 2011-2015 Jabar di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung, Rabu (4/2).

Menurutnya, dalam pelaksanaannya tentu provinsi akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Sebab, perumahan tersebut akan dibangun di pedesaan dan di pinggiran kota atau di pemukiman padat penduduk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan (Kimrum) Jabar, Eddy Nasution menambahkan, kemampuan pemprov untuk membangun rumah tak layak huni memang terbatas. Sehubungan hal itu, pemerintah pusat melalui Kementrian Perumahan ikut membantu mengatasi pembangunan rumah tak layak huni. "Perumahan yang dibangun di wilayah Jabar dalam setiap tahunnya sekitar 80.000 unit. Padahal, kebutuhannnya lebih dari satu juta unit pertahun. Makanya kita sangat mendukung terhadap program Kemenpera yang berencana membangun satu juga rumah di Jabar dalam setiap tahunnya," ujar Eddy.

Pembangunan atau rehabilitasi rumah tak layak huni, katanya memang difokusan di pedesan dan daerah pinggiran kota. Di antaranya seperti di Kab. Bandung dan Kab. Bekasi. "Di antara penyebab masyarakat masih belum memiliki rumah layak huni antara lain karena laham semakin sempit sehingga harga rumah pun semakin mahal. Selain itu, mekanisme perizinan yang terlalu ribet. Ke depan hal ini harus dipangkas," ujar Eddy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berikan Komentar Anda